Posts

Kehidupan yang baru

 Sudah lama aku tidak menulis. Singkat kata, 2024 dan 2025 adalah tahun loncatan besar dalam hidupku. Aku dapat beasiswa, aku kuliah lagi, aku merantau, dan aku menikah. Banyak sekali orang-orang yang memandang skeptis karena "Kan kamu masih kuliah, kok menikah?" "Emang bisa kuliah dan menikah bersamaan?" Untungnya suamiku lah suporter utama untuk aku sekolah lagi. Dia tahu betul aku suka sekolah dan aku cocok ada di bidang ini. Ibu dan Ayah pun meski sedih aku merantau, mereka mendukung semua keputusanku yang menurut mereka mungkin terlalu dewasa . Ya, anak perempuan satu-satunya ini selama ada dirumah akan terus jadi anak kecil di mata mereka Kemudian hidup berlalu, aku sudah di penghujung tahun akhir perkuliahan. Aku menulis ini ditengah buntunya otakku untuk menulis tesis. Aku tau apa yang harus kutulis dan kulakukan tapi entah kenapa berat sekali untuk melakukannya. Disamping itu, beberapa minggu lagi adalah hari jadi pernikahanku. Satu tahun menikah terasa san...

Sometimes

Sometimes everything is messed up.  And peoples said "Bukan situasinya yang salah, kamu yang harus berbenah" it is true, but it can't make me feel better... it makes me drowning, into the dark space, "You are just a burden. A living problem for everyone, A big moron and loser" said the dark space.. all I know is no one could help me, except myself.. i prayed so hard, "God, please help me" i can't bear with everything outside my door. i have no courage..

the other wound

So there are another wound that has been locked deep down in my heart. It was a real pain when a trigger about it came along. I tried to let it go...i let the wound go away with validating those feelings.  When i am fully recovered, well..i thought..the memory of the pain is still there. I remember it all too well, Taylor's said. I hate that i remember the pain. If only i can erase wounds, pains, memories, i will be glad to do that. -M

Wound

Perihal hati dan luka adalah satu paket yang akan kamu dapatkan ketika memutuskan untuk mencintai. Terlebih jika hanya dirimu sendiri yang mengetahui dimana persisnya luka itu, dan apa persisnya obat yang tepat. Maka kamu akan kehilangan hati, dan luka itu akan semakin menyakitkan. Diri ini tidak sempurna, diri ini adalah jiwa kesepian yang tak tentu arah, jiwa yang penuh luka. Tertutup sempurna dengan sarang indah bernama kenyamanan.  Luka ini, entah bagaimana bisa disembuhkan. Obatnya terlampau sulit dipahami, terlampau sulit dituliskan, terlampau sulit dikatakan.  Biarlah diri ini hilang, jiwanya akan mencari jawaban, dan juga obat untuk luka. Bagaimana bisa diri ini menjadi pelipur lara jika ia sendiri penuh luka? -M