Kehidupan yang baru
Sudah lama aku tidak menulis. Singkat kata, 2024 dan 2025 adalah tahun loncatan besar dalam hidupku.
Aku dapat beasiswa, aku kuliah lagi, aku merantau, dan aku menikah. Banyak sekali orang-orang yang memandang skeptis karena "Kan kamu masih kuliah, kok menikah?" "Emang bisa kuliah dan menikah bersamaan?"
Untungnya suamiku lah suporter utama untuk aku sekolah lagi. Dia tahu betul aku suka sekolah dan aku cocok ada di bidang ini. Ibu dan Ayah pun meski sedih aku merantau, mereka mendukung semua keputusanku yang menurut mereka mungkin terlalu dewasa. Ya, anak perempuan satu-satunya ini selama ada dirumah akan terus jadi anak kecil di mata mereka
Kemudian hidup berlalu, aku sudah di penghujung tahun akhir perkuliahan. Aku menulis ini ditengah buntunya otakku untuk menulis tesis. Aku tau apa yang harus kutulis dan kulakukan tapi entah kenapa berat sekali untuk melakukannya. Disamping itu, beberapa minggu lagi adalah hari jadi pernikahanku. Satu tahun menikah terasa sangat lama ya?
Di usia hampir 30 tahun ini, aku benar-benar merasa menjalani kehidupan yang serba baru. Terkadang aku rindu masa-masa di Sidoarjo. Tinggal hanya bertiga dengan Ibu dan Ayah, keseharian hanya belajar, kuliah, kerja, dirumah, hang out bersama teman. 25 tahun hidup tak pernah aku merasakan hal baru. Hingga akhirnya Allah beri kesempatan untuk mencicipi kehidupan lain di Bandung. Namun satu tahun lebih ada disini tidak membuatku lantas ingin menetap. Semakin besar keinginanku untuk kembali. Dengan semua pengalaman dan memori disini, aku ingin hidup lebih baru lagi ketika nanti kembali. Bisa lebih produktif, bersemangat, dan bahagia.
"Kenapa Bandung?" tanya ragu setiap orang padaku, bahkan interviewer beasiswa menanyakan itu. Meski dahulu jawabannya formal, tapi di lubuk hati terdalam aku katakan "Anywhere is better than here" maksudnya aku bisa kemana saja asal keluar dari Sidoarjo, aku harus merasakan tanah lain untuk bisa melihat dunia lebih luas.
Kalau kata Djo,
You take the man out of the city, not the city out the man
Faktanya aku masih cinta Sidoarjo meski bukan kota yang indah seperti Bandung. Aku mungkin juga tidak akan merindukan Bandung sebesar aku merindukan Sidoarjo.
Well, beginilah kehidupan yang baru ku. Tahun depan pun akan hadir lagi lembaran yang baru. InsyaAllah.